KULIAH TAMU
DEDI PRIANSYAH
Kuliah tamu dilakukan rutin dalam perkulihan di Teknik Geologi Universitas Mulawarman, tujuannya agar mahasiswa/i dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh pembicara/tamu yang sudah merasakan dunia kerja di bidang pertambangan yang indentik dengan ilmu Geologi. Jadi mahasiswa/i di Teknik Geologi tidak hanya belajar tentang teori – teori saja tapi juga mendapatkan ilmu yang berasal dari orang – orang yang sudah memiliki pengalaman dalam bidangnya.
Kali ini kuliah tamu di adakan pada tanggal 14 November 2016 dengan pemateri/tamu yaitu Pak Dedi Priansyah, pak Dedi merupakan alumni dari Universitas Mulawarman Fakultas Ekonomi. Beliau bekerja di sebuah perusahaan yang cukup ternama yaitu VICO, VICO sendiri adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi.

Pada kesempatan kali ini pak Dedi selaku pemateri membawakan sebuah materi tentang Drilling/pengeboran Oil and Gas. Pengeboran Merupakan salah satu tahapan kegiatan yang sangat penting dalam industri perminyakan. Pengeboran merupakan pembuatan lubang yang menghubungkan reservoir hidrokarbon dengan permukaan.Guna memproduksikan hidrokarbon dari dalam reservoir ke permukaan. usaha pembuatan lubang tersebut dari permukaan hingga kedalaman target secara cepat, tepat dan aman, baik dari segi operasional maupun safety dan lingkungan.
VICO mengoperasikan 7 lapangan produksi minyak dan gas bumi di daratan (onshore)Kalimantan Timur, Indonesia, dekat dengan Delta Mahakam. Lapangan-lapangan itu adalah Badak, Nilam, Pamaguan, Semberah, Mutiara, Beras, and Lempake. Produksi minyak dan gas bumi yang dihasilkan lapangan-lapangan tersebut diproses di empat stasiun produksi. Stasiun produksi pertama yang dibangun adalah Badak (1972), diikuti Nilam (1982), Mutiara (1990) dan Semberah (1991).
Tahap persiapan pertama yang harus dilakukan pada pengeboran onshore adalah persiapan lokasi yang meliputi perataan tanah, pembuatan mud pit, dan cellar. Mud pit dibuat dengan tujuan untuk menampung limbah-limbah pengeboran, namun sebelumnya lubang ini harus dilapisi dengan lembaran-lembaran plastik di permukaannya.

Selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah cellar. Cellar adalah kolong segiempat yang dibuat di titik lokasi yang berguna sebagai tambahan ruang di bawah lantai bor. Cellar ini berbentuk sama seperti mud pit namun dengan ukuran yang lebih kecil. Diameter cellar juga disebut conductor holeyang akan berada tepat di bawah lantai rig setelah dipasang substructure diatasnya.
Umumnya kedalaman cellar dibuat antara 50-80 kaki sebelum dipasang conductor casing.Conductor casing berfungsi untuk mendukung/menjaga kestabilan tanah selama proses pengeboran berlangsung. Ukuran conductor casing pun bervariasi antara 18″-30″.
Derrick adalah bagian yang paling nampak dari drilling rig. Derrick disusun dan dibangun untuk menyokong seluruh aktifitas Pengeboran. Secara umum, derrick merupakan tower atau tiang baja dengan ketinggian beberapa puluh meter, didirikan secara vertikal untuk memasukkan drill stringke dalam lubang sumur.
Beberapa bagian penting dari derrick ditunjukkan oleh potongan-potongan gambar di bawah, namun tidak akan dijelaskan secara detil mengenai spesifikasi dan fungsinya. Pembahasan mengenai peralatan derrick akan dibahas pada kesempatan selanjutnya.

Gas yang dihasilkan dari stasiun produksi disalurkan ke PT Badak NGL, sebuah pabrik penghasil LNG (Liquid Natural Gas) dan LPG (Liquid Petroleum Gas) di Bontang, dan pabrik pupuk serta pabrik metanol di Kawasan Industri Kalimantan Timur, melalui jaringan pipa. LNG tersebut kemudian dijual kekonsumendi Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Sedangkan minyak dan kondensat (liquid/cairan) yang dihasilkannya disalurkan melalui pipa ke terminal yang dioperasikanChevro Indonesiadi Tanjung Santan untuk dikapalkan ke pembeli.
Andrew Setiawan